Wahai
hati yang sedang gelisah, apakah yang sedang kau gelisahkan?
Bila
engkau belum tahu pasti apa yang menggelisahkan mu, bagaimana mungkin engkau
bisa merasa gelisah?
Sebetulnya,
apakah yang sedang kau gelisahkan? Ketahuilah bahwa penderitaan yang paling
menyiksa mu, adalah penderitaan yang tidak pernah datang, tetapi yang kau
ijinkan tumbuh dalam kekhawatiran- kekhawatiran mu.
Bila
kekurangan yang kau rasakan, mengalahkan nilai dari keberuntungan yang telah
ada pada mu, maka kegelisahan itu adalah candu bagi pikiran mu.
Kegelisahan
yang mencandui mu itu berawal dari serat-serat sarang laba-laba dalam
angan-angan mu, yang kemudian kau ijinkan menguat, menajam, dan mengiris
permukaan hati mu yang peka.
Kegelisahan
mu akan memotong dan melubangi hati mu, yang kemudian mengalirkankecerdasan dan
ketahanan hati mu ke parit-parit penyia-nyiaan sari kehidupan. Maka selamatkanlah
kecerdasan mu. Lindungilah kecemerlangan hati dan pikiran mu dan menangkanlah
sari-sari kehidupan dalam diri mu. Karena sebetulnya, bila engkau mengerti kegelisahan
adalah mabuknya orang yang sedang berada di depan penawaran-penawaran besar bagi
kemungkinan- kemungkinan yang bisa ia capai sebagai pribadi yang mandiri.
Siapa
kah di antara mu yang tidak akan tegang dan gelisah menantikan terbukanya tabir
penutup hadiah besar bagi mu, untuk sikap, pikiran, dan tindakan mu yang mulia?
Bila
yang kau nantikan adalah hadiah bagi pemuliaan diri mu, maka itu sama sekali
bukanlah kegelisahan yang mengerdilkan, tetapi tarian kegembiraan hati mu.
Bila
engkau belum memuliakan diri mu sendiri, maka kegelisahan mu adalah ronta dari
keinginan hati mu untuk membayar penundaan dan pengabaian dari yang seharusnya
sudah kau lakukan.
Engkau
adalah jiwa yang dilahirkan mulia, maka semua kegelisahan mu adalah upaya hati
mu untuk mengembalikan kemuliaan yang telah menjadi bakat kelahiran mu.
Maka
bertindaklah. Janganlah engkau membatasi kebaikan yang akan kau lakukan hanya
karena kemungkinan kegagalan, karena dengannya kau seperti berupaya membatalkan
sifat Tuhan mu Yang Maha Melindungi, bagi kerugian mu sendiri. Itu sebabnya kau
diperintahkan untuk membaca semua tanda, baik tanda yang akan memuliakan mu,
yang akan menggagalkan mu, dan tanda bagi mu untuk mencoba lagi dengan lebih
berpikir.
Engkau
hanya boleh membatasi yang akan kau lakukan bila ia belum jujur, tidak adil,
dan tidak memuliakan. Janganlah jadikan kemungkinan kecewa mu sebagai
penghambat kerja mu. Ketahuilah bahwa kegelisahan dalam penundaan karena rasa
takut akan kekecewaan adalah perasaan
yang lebih buruk daripada kekecewaan yang sebenarnya. Kegelisahan mu lebih menyiksa
daripada kekecewaan mu.
Alam
menciptakan mu kuat, ... Kuat sekali, tetapi alam tidak menciptakan mu cukup
kuat untuk secara sekaligus menggembalakan penyesalan-penyesal an masa lalu mu,
menyelesaikan tugas-tugas mu hari ini, dan membesarkan kekhawatiran-
kekhawatiran mu di masa depan.
Itu
sebabnya alam memberi mu kecerdasan untuk mendahulukan yang seharusnya kau dahulukan,
dan meninggalkan yang seharusnya kau tinggalkan.
Hanya
dengannya engkau akan disebut bijak, karena kebijakan adalah kecerdasandalam
mengutamakan yang baik. Engkau berhak untuk bergembira. Engkau berwenang untuk
merajut kegembiraan mu menjadi permadani kebahagiaan mu.
Janganlah
kau gunakan kegelisahan yang maya itu untuk menggantikan hak nyata mu untuk
berbahagia. Janganlah engkau membatalkan yang mungkin bagi mu dengan kegemaran
mu mendahulukan kekhawatiran tentang yang hanya akan terjadi bila kau menghindari
kebijakan.
Janganlah
engkau bertahan berbaring di dalam bayangan dan mengeluhkan kurangnya cahaya di
atas kepala mu. Bangunlah, dan melangkahlah ke luar dan temuilah cahaya dari
pengertian-pengerti an baik yang telah mencerahkan saudara-saudara mu bahkan
jauh sebelum kelahiran mu.
Majulah
dan perbaikilah sudut pandang mu, agar lebih mungkin bagi mu untuk melihat masa
depan yang lebih cerah. Berdamailah dengan keadaan mu, karena apa pun keadaan
mu sekarang adalah keadaan dari mana engkau akan mencapai semua kecemerlangan
mu.
Engkau
akan membatalkan perjalanan mu mendaki tempat-tempat yang naik, bila engkau
menolak menggunakan tanah yang rendah sebagai pijakan awal mu. Pencerahan
adalah penerimaan yang ikhlas tentang yang benar.
Bila
engkau tidak menemukan jalan keluar dalam kegelisahan mu, maka berpalinglah
engkau kepada pengertian yang benar; karena pencerahan mu adalah penerimaan mu
yang ikhlas tentang yang benar. Dan bila engkau telah ikhlas dengan yang benar,
engkau akan mampu mendengar keheningan dalam kebisingan, danengkau akan melihat
sinar dalam kegelapan.
Bila
cinta mu kepada kemuliaan membuat mu bimbang dan bertanya apakah engkau akan
ditemukan, dan apakah engkau akan dicari, dengarkanlah ini. Engkau yang
meninggikan akan ditinggikan, engkau yang membesarkan akan dibesarkan.
Maka
bila engkau menemukan bagi saudara mu yang belum menemukan, engkau akan
ditemukan; bila engkau mencarikan bagi saudara mu yang sulit mencari, engkau
akan dicari.
Bila
Tuhan mu adalah keyakinan mu, maka Tuhan mu adalah dasar dari semua keyakinan
mu. Ini aku katakan kepada mu agar engkau mengingat bahwa keraguan mu tidak
boleh mendekati pelemahan keyakinan mu kepada Beliau.
Demikian
besar kah kesusahan mu sehingga engkau mengecilkan nilai Tuhan mu bagi mu?
Beliau,
Tuhan mu Yang Maha Pengasih, menunggu mu agar engkau datang bermanja-manja
kepada-Nya meminta maaf karena keraguan mu, mengembalikan kesadaran mu kedalam
kasih sayang Beliau.
Beliau
ingin mendengar mu berjanji lagi dengan meminjam kesungguhan dari janji mu yang
terakhir, bahwa engkau tidak akan lupa lagi, bahwa apa pun yang terjadi adalah
untuk kebaikan mu.
Mintalah
pengertian Beliau agar Beliau bersabar dan tetap mencintai mu dengan naik dan
turun hati mu, karena engkau sedang belajar untuk selalu memperbarui iman mu. Katakanlah
bahwa engkau telah mengerti bahwa semua upaya dan hasil mu tidak penting bila
dalam pencapaiannya engkau menjauh dari-Nya.
Berjanjilah
kepada Tuhan mu, bahwa dalam keraguan mu yang akan datang, engkau akan menjaga
diri mu bermanja-manja dekat dengan-Nya; karena engkau tahu bahwa bila Beliau
berkenan tidak ada yang tidak akan Beliau berikan kepada mu, meskipun apa
pun, karena engkau adalah kekasih Tuhan.
Bila
Beliau berkenan. Seberapa jauh pun perjalanan mu, engkau akan sampai bila
engkau dekat dengan-Nya. Seberapa sulit pun pencarian mu, engkau akan menemukan
bila engkau mencari.
Seberapa
jauh pun engkau hilang, engkau akan dicari dan ditemukan bila engkau mencarikan
jalan bagi saudara mu yang kehilangan jalan. Maka bila kegelisahan datang lagi
kepada mu, sambutlah ia dengan penghormatan bagai kepada tamu yang membutuhkan pengertian
baik.
Sesungguhnya,
kegelisahan mu hanyalah kekuatan mu yang sedang kebingungan. Maka, damaikanlah
diri mu. Pulihkanlah jiwa mu kepada keindahan asli mu. Keindahan jiwa mu adalah
sumber dari semua kekuatan mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar